Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan

25 Agustus 2015

0 Hi, my old self and my old world

It has been nearly two years since the last update in my blog. If you ask "why", i and myself don't know the answer of that question too. It is not because i run out of idea or what. It is not because i start to be bored in writing and blogging. It is not because anything. I don't know too what it is because. Well, it is not the matter anymore. And finally, i can type and share in this blog again. Although, it is just some random type and share, i hope that it will be my start again in this world of blogging. 

Well, maybe this is the end of my random post. I just wanna say hello to my old self and my old word.

Thanks.

27 Desember 2013

0 Nowhere to Return: Admired

Wisma Dharma RT 02 Rw 06 No. 29, Darmaga, Bogor, Jawa Barat 16680. 10.10 di depan TV sembari ngelirik K-Cinema, The Man from Nowhere di Net. Terlintas pikiran buat menuliskan sebuah pemikiran…
Sama seperti pembukaan postingan-postingan sebelumnya. Malam ini seperti biasa, ditemani ASUS K43SD dan bunyi-bunyian mp3 yang masih mengalun.Cuma sekarang bedanya ada satu tambahan, Modem Beeline, yang sudah ntah sejak kapan tidak dipakai.
Terlintas sebuah niat untuk menuliskan ide  yang sudah lama terpendam. Tapi ntah ide apa yang akan dituliskan. Mungkin hanya sekedar ide gak jelas yang awal, tengah, dan bahkan akhir tulisan juga gak jelas. Mungkin juga ada sedikit informasi yang bisa diperoleh dari tulisan ini. Yah, hanya bisa menunggu sampai akhir. ntah, siapa juga yang mau baca .. :D
Ide yang akan dituliskan dalam kegalauan malam ini adalah tentang penghormatan. Ato lebih tepatnya penghargaan. Ato kalau lebih gampangnya dalam kata kerja, menghargai. Menghargai apa?
Semua hal yang perlu dihargai. Menghargai diri sendiri, orang dekat kita, orang jauh yang punya hubungan erat dengan kita, bahkan menghargai lingkungan kita. Menghargai, dan semua akan berjalan tanpa hambatan dan sandungan. Hanya ada keselarasan.
Menghargai tidak harus selalu dengan sesuatu yang kita sebut sebagai harta. Menghargaipun tidak selalu dengan sesuatu yang sering kita sebut sebagai cinta. Tapi ada banyak cara untuk kita dapat menghargai.
Tepat waktu adalah salah satu cara kita menghargai waktu yang diberikan Tuhan kepada kita. Dan yang lebih penting adalah bukti rasa syukur kita dengan waktu yang sudah diberikan oleh Tuhan.
Taat peraturan adalah salah satu cara kita untuk menghargai aturan yang sudah dibuat. Lebih dari itu, penghargaan juga akan sampai pada si pembuat aturan. Dan yang tidak kalah penting adalah penghargaan terhadap kita sendiri.
Yah, ntah kenapa dari sekian banyak contoh, tepat waktu dan taat peraturan ini yang dituliskan menjadi contoh. Mungkin karena pengaruh yang terjadi di lingkungan sekitar seharian ini.
Tapi apapun yang tertulis, inti dasarnya adalah bahwa menghargai adalah jauh lebih penting dari sekedar rasa patuh, rasa hormat, rasa cinta, maupun rasa apapun juga, termasuk rasa coklat stroberi.. :)
Well, mungkin sekian tulisan tentang menghargai ini. Yang memang sudah terbukti tidak jelas dan gak nyambung, apalagi memberi banyak informasi. Yah, apapaun itu, semua ini hanya penyalur galau di malam sabtu ini.

#reblog from my tumblr. kironosodik.tumblr.com

3 November 2013

0 Facebook and Me

Pada era digital ini, teknologi media komunikasi sudah merupakan salah satu kebutuhan “pokok” manusia. Perkembangannya pun semakin hari semakin pesat. Mulai dari web browser, layanan email, chatting, maupun social media.

Salah satu social media yang sampai saat ini masih merajai yaitu Facebook. Facebook yang mulai rilis dan populer pada tahun 2009, sampai saat ini sudah memiliki lebih dari 200 juta pengguna atau mungkin sudah lebih. Ini hamper setara atau justru sudah melebihi jumlah penduduk suatu negara, seperti Indonesia.
Facebook merupakan web yang menyediakan layanan bagi pengguna untuk membuat status, komentar status, menyukai status orang lain, chatting dengan teman, mengupload foto, maupun mengupload dokumen. Tidak hanya itu, segala sesuatu yang di upload difacebook dapat dishare atau dibagikan ke teman yang lain. Bahkan saat ini facebook sudah dapat mengenali wajah dari foto yang di upload, dan yang lebih hebat lagi facebook sudah dapat memberikan saran nama kepada orang yang akan menge–tag foto.
Improvement juga dilakukan oleh facebook di layanan chattingnya. Dari yang tadinya hanya dapat chatting dengan satu orang teman, mulai dapat chatting dengan group, dan sekarang sudah dapat chatting dengan beberapa teman sekaligus.  Layanan chatting juga tidak terbatas pada text, tetapi juga dapat melakukan panggilan video call dengan plugin tertentu.
Namun, melihat situasi dan lingkungan (*sekitar saya*) rata-rata orang sudah agak jenuh dengan media social yang satu ini. Mengapa?
Banyak orang merasa menggunakan facebook senyaman menggunakan facebook zaman dulu saat masih belum terlalu booming. Terlalu banyak mempunyai teman yang tidak dikenal merupakan salah satu penyebabnya. Kita tidak tahu dengan siapa kita berteman. Mungkin bagus untuk menambah jaringan, tetapi terkadang yang membuat sedikit “malas” adalah bahwa banyak teman yang statusnya biasa disebut “alay”. Tidak hanya itu, terkadang juga banyak teman yang secara tidak bertanggung jawab memasukkan ke grup yang tidak jelas.
Selain itu, privasi juga semakin tidak bisa dijaga. Ya facebook tidak salah juga sebenarnya, di agreement kan sudah diberi tahu bahwa status kita akan ditampilkan didinding teman-teman kita. Kecuali kita atur agar hanya untuk kita saja. Tapi yang kadang membuat tidak nyaman adalah komentar-komentar dari teman yang tidak jelas tersebut begitu juga komentarnya.
Ya mungkin itu semua hanya pengalaman pribadi saja. Tetapi mungkin juga tidak hanya dialami oleh saya saja. Banyak orang mungkin juga berpikiran sama. Tetapi sebenarnya semua itu juga disediakan layanan oleh facebook untuk menanggulanginya.
Salah satu fasilitas adalah untuk menyembunyikan status dari orang lain, atau hanya teman tertentu yang bisa melihat. Layanan tersebut juga disediakan untuk layanan foto / gambar. Tidak hanya itu, kita juga dapat mengeblok orang-orang yang dirasa tidak kita “sukai”. Tidak hanya itu, layanan chatting juga disediakan fasilitas untuk menonaktifkan untuk orang tertentu. Begitupun sebaliknya. Jadi sebenarnya tinggal pintar-pintar kita saja untuk menggunakannya.
So, Keputusan masih eksis dan tidak di dunia facebook ini, tergantung pilihan dan kebijaksanaan saja.


2 November 2013

0 I and My Twitter

Twitter, berbicara tentang twitter maka yang akan terbayang adalah tentang tweet, retweet, mention, atau reply. Mungkin bagi yang sudah lebih dahulu akrab dengan facebook dan baru “berkenalan” dengan twitter akan mengganggap layanan yang disediakan oleh twitter hampir sama dan bahkan lebih minimal daripada facebook. Tetapi tidak bagi yang sudah menjadi “customer” lama twitter, dan memang sebenarnya seperti itu.
Twitter mempunyai layanan unik tersendiri dibandingkan twitter. Salah satu seni di twitter yang tidak ada disaingannya adalah bahwa twitter membatasi penggunanya untuk “berbicara” di webnya maksimal 140 karakter. Hal ini menuntut penggunanya untuk lebih kreatif menyampaikan apa yang ada dipikirannya dan ingin men-tweet-nya. Hal ini juga memperkecil juga kemungkinan orang untuk men-spam pesan.
Selain itu, fasilitas seperti mention dan reply memungkinkan komunikasi lebih interaktif antar penggunanya. Inilah yang menjadi ciri khas twitter. Ada tab tersendiri untuk mengecek siapa yang me-reply dan me-mention kita. Dan hanya yang ada username kita yang akan ditampilkan. Sehingga meminimalkan spam juga.
Fasilitas retweet memungkinkan kita seperti “mengopy” tweet orang lain, tanpa menghilangkan “hak cipta” si pembuat tweet. Dan yang paling penting adalah tidak banyak task yang harus dilakukan. Hanya satu kali klik icon dan sudah bisa retweet. Mengetahui Hashtag (#) atau Frase favorite juga disediakan oleh twitter. Twitter menyediakan layanan untuk melihat trending topic dunia. Tidak hanya itu, bisa disetting juga agar trending topic yang ditampilkan dari suatu kawasan tertentu. Ini digunakan untuk mengetahui tweet yang paling banyak di post atau di retweet oleh orang-orang. Emh, mungkin fasilitas itulah yang membuat para pengguna twitter tetap setia dengannya. Lebih kecilnya kemungkinan spam adalah faktor yang sangat penting untuk terus bertahannya twitter. Oh iya, selain itu lebih ringannya twitter untuk di load halamannya daripada media sosial lain juga menjadi salah satu faktor penting untuk tetap memikat penggunanya. Jadi maukah mencoba layanan twitter ini? Atau mau tetap bertahan di twitter? Atau ingin pindah atau mencoba social media yang lain. Pilihan ada pada Anda sendiri.

27 Januari 2012

0 Peringatan Hidup: Bencana, Peringatan, dan Diri Kita


Mungkin tidak asing lagi dan memang sudah cukup umum (*dan bahkan setiap tahun*) ibukota Indonesia, Jakarta selalu di landa banjir yang bisa mencapai ketinggian satu meter. Mungkin juga tidak asing lagi jika Jepang yang Negara paling maju sekalipun sering diguncang gempa bumi yang bahkan bisa mencapai 7 skala Riechter (*meskipun rata-rata masih di bawah 5*). Sering juga terdengar berita bahwa Miami, Florida, kawasan tepi samudra Atalntik juga sering mengalami El Nino atapun La Nina. Lalu pertanyaanya untuk apakah semua itu???
Banyak orang berpendapat bahwa semua itu adalah BENCANA (*mereka sering menyebutnya bencana alam*), tetapi banyak juga yang menyebut bahwa itu adalah UJIAN HIDUP dan memang sudah fenomena alam.
Kali ini akan ditinjau dari segi bencana (*karena sebagian besar juga media memberitakan dengan sebutan bencana alam*). Apakah yang akan ditinjau??? Seperti mata kuliah bahasa Indonesia, ada 5 hal yang harus diperhatikan pada sebuah berita jika ingin beritanya itu menjadi berita yang baik. Terkenal dengan 5W+H (what, where, when, why, who, how). Mungkin baik juga jika diungkapkan satu per satu bagian agar menjadi lebih jelas, tetapi seperti kita ketahui bersama, hal tersebut sangatlah berkaitan sehingga mungkin nantinya satu sub pembahasan akan menyinggung bagian lain.
Yang akan dibahas perdana adalah bagian what. Dalam kamus Inggris-Indonesia versi Oxford kata tersebut di artikan sebagai “apa”. Jadi apa itu Bencana??? Mungin akan banyak orang bisa yang menafsirkan arti kata tersebut jika mereka ditanya. Tetapi pada intinya menjurus pada arah yang sama. Bencana (*musibah*) adalah suatu fenomena hidup yang memang sudah harus dijalani. Pada titik ini, maka kehidupan kita pada fase yang sedang tidak bersahabat dengan kita. (*mungkin pikiran itulah yang bisa diutarakan penulis, sesuai dengan tipenya MELANKOLIS + PERFEKSIONIS*).
Lalu dimana (where) dan kapan (when) bencana itu bisa terjadi??? (*hal ini dibahas bersamaan karena memang sangat erat hubungannya. Jawabannya adalah bencana bisa terjadi kapanpun dan dimanapun. Tidak peduli apakah itu di daerah terpencil atau perkotaan. Tidak peduli apakah di tengah laut maupun tengah daratan. Bahkan tidak peduli kalaupun itu diluar angkasa. Dan masalah waktu adalah hak prerogartif dari Sang Pengatur Laku Manusia. Dan kalaupun itu sudah ditetapkan, kita tidak akan bisa menyanggahnya.
Who dan How adalah hal yang akan diuraikan selanjutnya. Berbicara masalah siapa, maka kurang layak dan pantas jika seandainya bertanya “siapa yang menciptakan bencana ini???” Jawabannya hanya dan hanya satu, yaitu Dzat yang Maha di atas segala Maha, Tuhan Yang Maha Kuasa. Yang pantas kita ajukan adalah pertanyaan “SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB PADA BENCANA INI???” Jawabannya adalah kita semua bertanggung jawab. Mengapa??? Karena kita yang mendiami bumi ini. Kita yang memanfaatkannya. Maka kita yang bertanggung jawab atas semua itu. (*terlepas dari bahwa itu takdir Tuhan*).
Lalu bagaimana (howi) itu bisa terjadi??? Mungkin kite semua sudah tahu, bahwa itu takdir Dzat Pemberi Hidup, tetapi terlepas dari semua itu, maka pasti ada peran dari manusia yang menyebabkan hal itu bisa terjadi. Karena segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah terjadi dengan perantara, tidak terjadi dengan spontan. Seperti kelahiran yang diperantarai oleh rahim sang ibunda. Begitu juga bencana, pasti ada perantara dan penyebabnya. Dan jika kita melihat fakta ke belakang maka pernyataan itu memang benar. Sering kita melihat sampah yang bertumpuk dan dan berserakan (*mungkin kurang tepat pemilihan katanya*) di sungai yang menyebabkan air sungai susah untuk mengalir. Sering juga kita melihat penebangan hutan dimana-mana demi kepentingan selembar dua lembar dolar (*mungkin tidak bisa dituliskan langsung seberapa besarnya, itu hanyalah kiasan*) menyebabkan hutan gundul. Pembalakan dan pembakaran hutan juga sama. Pasti juga kita melihat jika pergi ke kota-kota besar, kanan kiri depan belakang, yang terlihat hanyalah bangunan, bangunan, dan bangunan. Mulai rumah, sekolah, pasar, hotel-hotel mewah, apartemen, dan masih banyak lagi. Lalu masih PANTASKAH KITA BERTANYA BAGAIMANA BENCANA ITU BISA TERJADI???
Dan aspek yang paling penting dari sebuah arti bencana adalah WHY (mengapa bencana itu harus terjadi dan harus ada???). Bertanya mengapa berarti bertanya hubungan sebab dan akibat. Mungkin tidak jauh berbeda jika kita melhat dari sudut pandang bagaimana??? Tetapi yang akan digaris bawahi dan ditekankan adalah mengapa bencana ini harus terjadi, ada apa sebenarnya???
Mungkin bagi generasi muda (*termasuk penulisnya sendiri*) perbedaan budaya dan kebiasaan masyarakat tidaklah signifikan. Tetapi bagi sebagian besar orang tua (*menurut cerita*) masyarakat sekarag sudah sangat berbeda dengan masyarakat dulu (*lebih-lebih masyarakat kota yang sudah jauh lebih modern*), ada sesuatu yang sudah lama hilang. Sesuatu yang hilang itu adalah SIFAT SOSIAL. Masyarakat yang dulu sangat rukun akrab, sangat solider sesamanya, sangat ramah dan akur, sangat gemar tolong menolong. Masyarakat yang dulu sangat peka terhadap terhadap lingkungannya, baik lingkungan alam dan sosialnya. Sekarang sudah hilang entah kemana. Banyak individu yang lebih suka menampakkan individualism dan egoisme, daripada bergotong royong dan saling tolong menolong. Banyak orang yang sudah sangat kurang hubungan kekerabatan dan keakrabannya, bahkan sesame saudara sendiri. Banyak orang yang rela mengorbankan lingkungan demi memperkaya diri. Banyak orang yang tega mengorbankan hak-hak saudara dan sesamanya demi kepentingan sendiri.
Lalu MENGAPA HARUS DENGAN BENCANA???
(*masih dalam kegelapan, listrik sudah sejak ba’da subuh tadi pagi mati dan sekarang pukul 20.32 belum ada tanda-tanda akan menyala*).
(*sampai bagian di atas ini ditulis pada 25 Januari 2012, selesai pukul 20.32*)
(*21.26… Alhamdulillah listrik menyala lagi. Tapi sayangnya ide lom keluar jadi lom dilanjutin…*)
(*melanjutkan lagi dihari berikutnya setelah listrik hidup… 20.06*)
Mungkin aspek itulah yang paling penting dari pembahasan ini semua. Karena mengapa mengandung aspek yang menunjukkan sebab akibat. Berbicara masalah sebab, mungkin sudah menjadi rahasia umum kalau sebagian besar bencana yang terjadi adalah akibat baik secara langsung atau tidak langsung dari perbuatan dan keseharian manusia sendiri. sampah yang menggenang di sungai, hutan yang gundul terbabat, maupun gunung kapur yang rapuh akibat penambangan. Tapi lebih dari itu, mengapa Tuhan Yang Maha Esa harus memberi kita sebuah bencana???
Jawabannya adalah satu, yaitu untuk peringatan umat manusia. Peringatan terhadap apa??? Banyak yang telah diutarakan di atas, bahwa rasa kemanusiaan dan rasa persaudaraan telah mulai menghilang. Padahal itu adalah hal yang sangat penting dalam bermasyarakat untuk membangun masyarakat yang madani. Membangun masyarakat yang sesuai dengan kehendak-Nya. Selain itu, bahkan kepercayaan kepada Dzat Pemberi Hidup sudah mulai luntur. Adanya pemisahan antara kehidupan dunia dan akhirat hampir sama fatalnya dengan tidak beragama. Agama yang bisa menjadi pondasi dan pedoman hidup yang paling baik (*jika diamalkan dengan baik*) harus senantiasa dijalankan. Pemisahan akan menjadikan kehidupan tidak seimbang.
Lewat jalan inilah (*BENCANA*) Tuhan Yang Maha Esa MEMPERINGATKAN kita agar senantiasa dekat kepadanya tidak hanya pada saat di tempat peribadatan saja, tidak hanya ketika acara-acara keagamaan saja, tetapi dalam semua aspek kehidupan. Mengingatkan kembali kepada kita untuk senantiasa berjiwa kemanusiaan yang tinggi. Persaudaraan, persamaan derajat, tolong menolong, tenggang rasa, dan kerukunan merupakan bekal yang harus kita bawa untuk membangun masyarakat yang madani.
Semoga bermanfaat.
(*buah dari pelarian rasa galau… memanfaatkan kelemahan menjadi sesuatu yang bermanfaat.
(*20.27 alhamdulillah selesai juga.. :D *)

0 Peringatan Hidup: Cobaan, Hikmah, dan Illahi


Bagi sebagian besar orang, hidup itu seperti roda. Berputas terus berputar sampai tidak bisa berputar kembali. Kadang di atas, kadang di bawah. Roda sering juga tidak hanya melewati jalanan yang jalanan yang mulus. Jalan berbatu dan berduri sering kali terlewati.
Bagi sebagian besar orang juga, hidup itu seperti berjalan ke puncak gunung. Ketika masih di lembah jalanan masih datar dan mudah di lalui. Semakin ke atas, jalan yang dilalui semakin curam dan resiko untuk jatuh semakin besar juga. Bahkan tidak hanya itu, terpaan angina juga semakin kencang.
Itulah hidup. Tidak selamanya kita mendapatkan kesenangan dan kebahagiaan. Tetapi sering juga kita merasakan sisi pahitnya kehidupan. Yang mungkin sampai untuk beberapa orang, kematian lebih dipilihnya. Hidup yang berjalan, senantiasa menuju kedewasaan (*kata seorang teman, seperti anak kuliah yang akan naik tingkat*). Pada saat anak-anak, masih hanya terpikir untuk bermain dan meminta kepada orang tua. Sedikit mulai dewasa, mulai adanya rasa malu ketika hanya bisa meminta dan meminta tanpa bisa memberi. Sampai pada suatu saat, bisa memberikan kebahagiaan kepada orang-orang yang kita cintai. Tetapi proses menuju itu tidaklah mudah. Seperti seorang pendaki, semakin naik ke atas gunung, semakin kencang juga terpaan anginnya. Sama halnya dengan hidup, semakin kita menuju kedewasaan (*tidak hanya fisik, tetapi jiwa dan akal*) semakin besar juga ujian yang kita hadapi.
Ujian (*masalah*) bisa datang dalam berbagai bentuk laksana air yang punya tiga wujud. Dari yang paling keras yaitu es, berubah mencair dan akhirnya berubah menjadi uap yang siap mengudara. Mulai dari masalah yang sangat ringan sampai-sampai kita tidak sadar bahwa itu adalag suatu bentuk ujian. Masalah sedang yang kita secara sadar merasakan akibat yang kurang bersahabat pada kita dan berusaha untuk memecahkan dan melaluinya. Sampai masalah yang begitu berat yang kadang sampai bisa membuat hidup berasa tidak ada artinya lagi. Ataupun masalah yang kelihatannya kecil walaupun sebenarnya membawa dampak besar bagi kehidupan kita.
Mungkin banyak orang yang bertanya mengapa harus sering mendapat masalah (*cobaan*) yang begitu berat.???
Mungkin juga akan sangat banyak jawaban dan penafsiran yang lebih bijak.
Masalah hadir dalam kita ibarat garam dalam masakan. Masakan akan hambar tanpa garam. Begitu juga kehidupan. Hidup akan statis jika tidak ada yang bisa membuat kita berubah (*naik tingkat*). Salah satu jalan untuk menaiktingkatkan derajat kita adalah dengan masalah. Jika bisa melalui masalah tersebut maka derajat kita akan naik. Yang dimaksudkan adalah jika suatu saat kita menghadapi masalah yang sama atau mirip maka sudah akan bisa tahu cara penyelesaiannya.
Banyak juga orang yang lupa diri (*baik kepada orang-orang disekitarnya bahkan kepada Tuhannya*) ketika dalam keadaan bahagia. Yang terpikirkan adalah untuk menikmati kebahagiaan dari hasil kerja keras yang telah dilakukannya. Menikmatinya sebelum kebahagiaan itu pergi darinya. Sehingga banyak aspek yang cenderung luput darinya. Keluarga, teman, bahkan Tuhan.
Masalah merupakan suatu jalan yang dianugerahkan oleh Illahi bagi kita. Anugerah yang bisa mendekatkan lagi kita kepada orang-orang disekitar kita. (*bukan maksudnya bermasalah dengan orang-orang disekitar kita*). Masalah yang berat sering kali tidak bisa hanya dihadapi seorang diri. Bantuan orang lain akan sangat membantu, meskipun hanya sebagai pendengar yang baik. Sisi positif satu inilah yang bisa diambil ketika seseorang sedang menghadapi masalah. Rasa saling membutuhkkan dan bantu membantu akan timbul.
Banyak orang yang sangat tidak peka dan tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya. Tetapi secara reflek dan tanpa sadar akan membantu baik dana, tenaga, usaha jika ada suatu bencana atau musibah. Banyak tangan-tangan dermawan mendadak ketika terjadi suatu bencana. Banyak hati tiba-tiba merasa iba ketika melihat keadaan yang begitu miris (*menyedihkan*).
Banyak juga kaum manusia yang tiba-tiba saja ingat kepada Rabb-nya ketika tertimpa suatu masalah. Sakit misalnya. Banyak orang tiba-toba berdoa kepada Tuhannya agar cepat-cepat disembuhkan dari sakit. Padahal selama sehatnya tidak pernah atau jarang dia mengingat Tuhannya. Banyak juga orang yang tiba-tiba rajin beribadah ketika sedang mengalami kesulitan (*keuangan misalnya*) dengan harapan bisa mendapat kelonggaran rezeki. Banyak juga orang yang tiba-tiba menjadi rajin bangun malam dan memohon dalam tangis kepada Rabbnya ketika ia memiliki keinginan yang harus terwujud dalam waktu dekat.
Salah satu jalan inilah yang ditempuh oleh Dzat Pemberi Hidup untuk mendekatkan manusia lagi kepada jalan yang seharusnya. Dan jalan ini jugalah yang membuktikan bahwa Tuhan masih memperhatikan kita. Selalu menginginkan kita untuk bisa naik derajat baik di mata manusia maupun di sisi-Nya.
Semoga bermanfaat.
 

Simple Note Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates